Selasa, April 10, 2007

RATU VAMPIR

bayang-bayang kekejaman
tidak terlepas dalam sedetik nafas
di sisi kehidupan
dari apa manusia tercipta?
dari sisi anarki perasaan cinta?
dan telah terjadi konfrontasi abadi
antara dualisme cinta anarki

Lampu kilat itu terifleksi silau sehingga matanya hilang fokus di depan. Vampir itu turun dari limozin di tengah-tengah kerumunan paparazzi zombi. Di banjiri oleh lampu flesh yang membidik wajah Vampir di kapet merah. Seperti kupu-kupu berterbangan di abdomennya, Vampir tersipu-sipu dengan ayunan emosi riak bangga diri. Masuk saja ke karpet merah, dari atas pentas catwalk kelihatan beberapa ekor Vampir sedang memperagakan pakaian.

Di belakang pentas, seekor Vampir sedang menggantikan baju untuk sekuence berikutnya. Seorang pembantu desainer zombie mengancingkan korset di badannya. Vampir itu mendengar kiu barisan. Dia berpose sekejap di depan cermin. Mulutnya mengira-gira rentak siknal bersedia. Five,six, seven, eight…, sedetik nafas Vampir terus bergerak melenggang lenggok tubuhnya di atas pentas, tersenyum. Menampakkan giginya taring yang bersinar seumpama bintang orbit di angkasa yang gugur satu ke bumi.

Tiada ulasan: